Ini mungkin kabar menggembirakan buat calon pembeli apartemen strata atau kondominium di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek). Selama kuartal pertama 2015, harga kondominium turun 9,29 persen.

Harga kondominium di Jabodebek pun kemudian menjadi rerata Rp 21,517 juta per meter persegi. Kuartal sebelumnya masih bertengger di angka Rp 23,781 juta per meter persegi. Sementara periode yang sama tahun lalu sekitar Rp Rp 23,296 juta per meter persegi.

Demikian hasil survey Perkembangan Properti Komersial yang dilansir Bank Indonesia (BI) pekan ini. BI menengarai, turunnya harga jual ini karena pasokan kondominium kelas bawah yang banyak dijual terutama di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi.

Meskipun harga jual turun, namun tingkat penjualan justru mengalami kenaikan. Dari total pasokan yang masuk pasar sebanyak 111.717 unit, sebesar 97,66 persen di antaranya laku terjual. Tingkat penjualan ini tumbuh 4,90 persen dibanding kuartal keempat tahun 2014.

“Sedangkan secara tahunan, tingkat penjualan kondominium naik tipis 0,75 persen dibanding periode yang sama tahun lalu,” tulis BI.

Apartemen sewa

Untuk segmen apartemen sewa, BI menyebut, tarifnya turun signifikan sebesar 5,11 persen menjadi rerata Rp Rp 283.514 per meter persegi per bulan. Kuartal sebelumnya tarif sewa sekitar Rp 298.793 per meter persegi per bulan.

Sedangkan secara tahunan tarif apartemen sewa justru melejit 40,33 persen. Karena pada periode yang sama tahun lalu, tarif sewa masih berada pada level rerata Rp 202.030 per meter persegi per bulan.

Ada pun stok unit apartemen sewa yang masuk pasar pada Januari hingga Maret 2015 sebanyak 12.030 unit. Tak bertambah sejak tahun lalu.


Comments

Harga Apartemen di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Turun — No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *